Thursday, April 14, 2011

Enam Langkah Mudah Menghasilkan Uang (Bag.4)

Langkah ke lima

Tidak Ada yang Salah dengan Lapar dengan Keuntungan.

Nilai dari sebuah "bootstrap" (berjuang habis-habisan tanpa ada modal cadangan)

Aku beruntung belajar untuk berjuang habis-habisan sejak aku berumur 14 tahun. Karena memang jalan untuk menjadi pengusaha itu sebuah jalan yang panjang.

Aku hanya meminjam uang untuk bisnis hanya sekali dalam hidupku. Itu untuk beli komputer ketika aku kuliah. Aku tidak pernah bisa membayarnya. Karena aku tahu kalaupun aku membayarnya mereka pasti tidak mau menerimanya.

Tapi ya cukup sampe di situ. Karena semuanya memang berjuang mati-matian tanpa ada cadangan, meskipun banyak lembaga yang menawarkan pinjaman uang. Tapi aku berprinsip bahwa investorku adalah pelangganku. Aku harus menghasilkan keuntungan sejak hari pertama berbisnis.

Apa lagi yang bisa kusampaikan tentang berjuang-habis-habisan. Baik mulai bisnis baru atau tidak, selalulah berpikir untuk berjuang habis-habisan tidak dana cadangan. Hal ini akan membuat kita berpikir untuk menghasilkan untung sejak hari pertama. Perbedaan yang berjuang habis-habisan tanpa dana cadangan dengan yang menggunakan modal cadangan adalah, yang tidak ada cadangan sejak awal harus untung karena kalo tidak sudah tidak ada uang lagi. Artinya bangkrut.

Kalo bisnis yang punya dana cadangan, yang dipikirkan adalah bagaimana membelanjakan uang. Tenang saja banyak uang di bank kok, investor itu meminta kita beli alat ini itu, sewa orang ini dan itu. Tenang saja tidak usah buru-buru. Kayaknya sih nyaman, tapi sebenarnya itu menyakitkan. Karena hal itu menggantikan kerja keras, perjuangan dengan sebuah kenyamanan yang semu.

Semua orang bisa menghabiskan uang, menghasilkan uang itu yang sulit. Dan harus menghasilkan sejak hari pertama adalah cara yang ampuh untuk menjadi lebih baik berikutnya.

6 Langkah Mudah Menghasilkan Uang (Bag. 3)

Langkah keempat

Pemberian Harga (pricing) yang berbeda

Banyak Jalan menuju dollar yang sama

Jangan hanya asal nyebut harga. Coba semua cara untuk memasang harga. Itu juga cara yang hebat untuk menghasilkan uang dengan lebih mudah.

Sebelum punya 37 Signal, Aku bekerja sebagai web desainer freelance. Aku pasang tarif perjam. Banyak yang pesan, tapi kok kayaknya ndak imbang deh. Kalo aku bisa selesaikan pekerjaanku 3 jam lebih cepat dari pada orang lain kok aku dibayar sama dengan yang selesai 4 jam bahkan lebih? Maka ketika aku dan temanku membuat 37 Signals tahun 1999, kami pasang tarif berdasarkan proyek.

Setelah itu sukses besar. tapi lama kelamaan proyek yang kami terima menjadi besar dan semakin besar, hal ini jelas membuat biaya jadi lebih besar. Dan hal ini mengganggu klien. Proyek yang besar artinya waktu yang lama yang juga berarti biaya besar. Selain itu dalam masalah web, semakin tambah waktu berarti tambah juga resikonya, dan resiko adalah yang banyak tidak disukai.

Kupikir dengan serius masalah ini, dan akhirnya kuambil sebuah keputusan. Daripada mengerjakan proyek yang besar, lama dan mahal, kami menawarkan bagaimana kalo yang kecil yang murah. Daripada mengerjakan redesain web sebanyak 15 halaman yang butuh 50.000 dollar dan menghabiskan waktu 3 bulan, kami memberikan saran bagaimana kalo 3.500 dolar perhalaman lalu kami selesaikan dalam waktu satu pekan. Kalo klien ingin tambahan halaman, tambah lagi aja 3.500 dolar dan satu pekan. Hal itu kami namai dengan 37 Express.

Berhasil. Cara itu membuat resikonya semakin kecil. Banyak perusahaan yang hanya akan mencoba-coba kami sebelum mereka serius dengan hasil kami. Hal itu juga bermanfaat bagi kami-rapat berkurang, stres berkurang, dan tidak terlalu harus banyak berjibaku dengan pengambilan keputusan yang serba rumit. Cukup dengan satu pekan proyek dengan harga yang oke. kalo mau lebih tinggal bilang dan bayar lagi dengan harga yang sama.

Sekarang kami sudah tidak lagi mendesain website, jadi 37 express sudah tidak ada lagi. Tapi strategi yang jitu untuk menghasilkan uang. Dengan menghilangkan rasa takut dari klien, mereka akan membayar lebih untuk itu. Orang tidak suka dengan ketidakpastian, terutama yang masih harus bayar. Waktu seminggu dan harga yang tidak terlalu mahal adalah sebuah kepastian.
Kami di 37 Signals terus mencoba memberikan harga yang berbeda. Salah satu aplikasi kami ada yang berharga mulai 24 hingga 249 dolar perbulan. Jualan ebook 19 dolar kalo buku aslinya 25 dolar. Banyak hal lah yang bisa dicoba-coba. Kami bahkan jualan kaos promosi dengan harga 19 dolar. Biasanya orang lain memberikan gratis. Kami jual kaos promosi kami dengan harga 19 dolar.

Wednesday, April 13, 2011

Membaca YUK!!

Oxford University academics have found that 16 year olds who read books at least once a month were significantly more likely to be in a managerial or professional job at 33 than those who did not read books at all.
Penelitian dari Oxford University menemukan bahwa mereka yang pada usia 16 tahun membaca buku satu buku perbulan, secara signifikan akan menjadi manajer atau memiliki pekerjaan profesional di usia 33 tahun dibandingkan yang tidak membaca buku sama sekali. Mungkin Di Inggris, di Indonesia.....??

Tuesday, April 12, 2011

6 Langkah Mudah Menghasilkan Uang (bag 2)

Kedua, Jual produk yang anda sendiri pasti akan beli

Masa Remaja

Menginjak masa remaja aku sudah tidak sabar lagi untuk memulai bisnis sendiri. Aku keluar dari toko peralatan tenis. Aku sudah tahu bagaimana bisnis retail. Cukup mudah sebenarnya. Ambil barang dari distributor, naikkan harga, jual, dapat untung deh. Coba saja lah. Ternyata aku dapat lisensi reseller dari sebuah distributor.

Dari lisensi tersebut aku bisa beli computer, stereo set, telelpon genggam, dan detektor radar. Rasanya seperti mimpi bisa beli barang-barang itu dengan harga murah. Lalu aku mikir. Kalo aku senang mendapatkan barang-barang tersebut dengan harga murah, pasti teman-temanku ngiler. Langsung deh, aku tawarkan ke teman-teman dengan harga lebih murah dari pada beli dari toko. Tidak banyak sih yang terjual, tapi dengan keuntungan 100 dollar, cukuplah bagi anak remaja ketika itu.

Lalu aku dapat penawaran barang lain. Aku punya katalog persediaan militer dan peralatan olahraga. Kugunting yang kira-kira keren, kutempel di sana sini, fotokopi dan sebar ke teman-teman. Lalu jelas, laris manis.

Tidak banyak sih memang yang terjual sampe jadi kaya. Tapi minimal tidak ada yang dirugikan. Dan itu adalah pelajaran yang besar.


Ketiga,

Totalnya jadi 20 Dollar

Bgaimana dan mengapa harus bayar untuk dapat produk.

Hal ini terjadi ketika aku SMA. Aku termasuk orang yang senang dengan musik, dan juga komputer. Koleksi CD dan kaset musikku membengkak, aku tidak tahu bagaimana untuk mengatur koleksi tersebut.

Waktu itu belum ada World Wide Web. Yang ada hanya AOL. Jadi aku merayu orang tuaku agar aku bisa mendapatkannya dan aku berjanji bahwa hal itu akan membantuku dalam belajar. Begitu dapat, langsung aku otak-atik. Ada sebuah program bagus yang namanya File Maker Pro. Bisa menyimpan data base tanpa harus bisa bahasa program. Aku bongkar sana-sini, tambal sulam jadilah akhirnya aku membuat sebuah software yang bisa menelusiri koleksi musikku.

Ketika aku semakin menggunakan aku semakin tahu bagusnya program yang kubuat. Nah dari pada aku bagi free alias gratis, aku ganti jadi shareware. Untuk 25 CD pertama gratis, untuk selanjutnya bayar dulu 20 dollar untuk membuka kuncinya.

Jadilah akhirnya aku mendapatkan 20 dollar dan total yang kudapat dari Audiofile ku sebesar 5000 dollar. lumayan untuk anak kuliahan ketika tahun 90-an.

pelajarannya adalah orang lain tidak ada masalah dengan membayar untuk sesuatu yang bekerja dengan baik. Kalau kamu membuat sesuatu dengan semangat yang tinggi dan hasilnya sangat mengagumkan patok saja harganya. Karena nantinya walaupun masih ada banyak sesuatu yang gratis. Tapi orang akan rela membayar untuk sesuatu yang mereka senangi.

Selain itu ada pelajaran lagi: dengan memberikan label harga menunjukkan bahwa kamu ingin menjadikan sesuatu tersebut lebih baik.

Kalo anda ingin mengetahui umpan balik dari pelanggan, patok harga, maka anda akan tahu bagaimana sebenarnya nilai produk anda di mata mereka. .

6 Langkah Mudah Menghasilkan Uang. (bag 1)

Artikel ini adalah terjemahan dari sebuah artikel yang ditulis oleh Jason Fried. Seorang entrepeneur di AS. Yaa ada tambahannya sedikit-sedikit lah dari saya.

Kalau sampean ditanya, bagaimana bila ingin pandai bermain drum? Dengan mudah kita pasti tahu jawabannya. Tentu saja dengan ikut les drum, punya stik, punya drum dan terus berlatih tanpa henti ('kotekan'). Lambat laun kita akan bisa bermain drum walaupun tingkat kemampuan mungkin tidak sesempurna pemain drum profesional.

Sebenarnya begitu juga keahlian dalam menghasilkan uang. Caranya juga adalah belajar, tapi mungkin cara belajar untuk menghasilkan uang bisa sangat berbeda dengan cara kita untuk belajar drum.

Dalam diri masing-masing kita sebenarnya tertanam rasa ingin tahu yang besar. Ketika kita kecil kita memiliki rasa keingintahuan yang besar. Namun entah kenapa semakin tua, ternyata gairah itu semakin menurun. Orang semakin malas untuk belajar hal-hal yang baru. Bahkan ada juga yang berhenti sama sekali.

Untuk mencari uang adalah sebuah pelajaran yang sangat sulit. Tapi saya akan berikan sebagai berikut,

Cara Pertama untuk Menghasilkan Uang dengan Mudah
Sebuah Pelajaran dari Berjualan Sepatu dan Raket Tenis
Memahami pembeli adalah kunci untuk menjadi penjual yang kuat.

Pelajaran ini bermula ketika saya berumur 14 tahun. Di Amerika Serikat umur-umur itulah remaja diijinkan oleh orang tuanya untuk bekerja sambilan. Di musim panas saya mendapatkan sebuah pekerjaan di sebuah toko. Di tahun pertama belum banyak pelajaran yang saya dapat. Baru tahun kedua pelajarannya dimulai.

Saya bekerja di sebuah toko yang menjual peralatan golf dan tennis. Saya tidak bisa bermain tenis, tapi saya harus belajar cara untuk menjadi salesman tenis terbaik . Hal itu karena saya menemukan , alasan orang membeli tidak sama dengan alasan perusahaan menjual barangnya.
Perusahaan memberikan pengetahuan atau semacam pelatihan bagi kami. Mereka mengatakan agar kami bisa memberitahukan kepada pelanggan tentang keunggulan produk. Bahan sepatu kini lebih mutakhir. Karetnya dari karet Goodyear. Bahkan modelnya akan dibuat dengan teknologi yang membuat lebih memudahkan pergerakan. Pokoknya semua keunggulan produk ditunjukkan kepada kami.

Mereka kira dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan tersebut mereka akan meyakinkan pembeli. Tapi, nyatanya mengejutkan. sebagian besar pelanggan atau calon pembeli tidak ngurus. Malah sabaliknya. Kalau kita menjelaskan kepada seseorang dengan istilah-istilah yang tidak mereka mengerti, orang cenderung tidak percaya, mungkin karena dianggap 'nggurui'. Padahal kepercayaan sangatlah penting. Anda bisa saja membual segala keunggulan yang ada di produk anda agar mereka mau beli, tapi itu tidak lama. Bila ternyata produk anda mengecewakan, mereka akan segera meninggalkan anda.

Saya pun tersadar. Saya pun menghentikan penjelasan yang tidak bermanfaat itu. Saya kemudian menyadari bahwa ketika pelanggan ingin membeli sepatu, mereka melakukan tiga hal. Satu, mereka melihat tampilan dan gaya. Dua, mencoba siapa tahu nyaman. Dan tiga, mereka melihat harga. Kalo ada iklan dari bintang terkenal sih membantu. Tapi masalah teknologi, bahan, hasil tes dari lab, sepertinya tidak ada seorang pun yang ngurus. Dengan memahami tiga hal tersebut saya berhasil menjual segudang sepatu dan raket tenis.

Memahami apa yang ingin diketahui oleh orang - dan apakah hal itu berbeda dengan yang anda sampaikan kepada mereka adalah hal yang sangat mendasar bagi sales. Dan anda tidak dapat uang bila anda tidak bagus dalam selling.

Saya belajar hal ini ketika masih menjadi salesman sepatu saat remaja, dan hal tersebut masih menjadi dorongan dalam usaha saya.

Hal ini adalah sesuatu yang unik, dan pasti diketahui oleh banyak orang. Tapi nyatanya masih banyak perusahaan dan produk yang tidak melihat hal ini. Pelajaran ini sepertinya masih layak untuk dipelajari lagi dan lagi.

Apakah anda tahu kenapa pembeli memilih produk anda? Apakah alasan mereka sudah sama dengan alasan produk kita? Sudahkah anda tahu apa yang diinginkan calon pembeli? Kalo jawabannya belum? Apalagi yang mau sampean tunggu?

Monday, April 11, 2011

Ssst.... Harap Tenang!! Sedang Ada Ujian

Sebenarnya saya tidak ingin ikut-ikutan untuk berkomentar tentang pemberitaan tentang PKS "Pariporno" karena memang hal tersebut adalah kenyataan. Fakta tidak bisa dibantah dengan alasan sekuat apapun. Dengan semakin banyaknya yang berkomentar sebenarnya tergambar betapa cintanya mereka kepada PKS tanpa adanya sebuah kemantapan yang berdasar.

Pada hari Jumat, saya sudah mendengar kabar dari Republika online bahwa ada anggota DPR yang tertangkap membuka video porno. Tidak ada bayangan sama sekali bahwa anggota DPR tersebut adalah orang PKS. Yang mengagetkan adalah ketika malam hari, istri ternyata gelisah. Dia bilang tidak bisa tidur karena ada masalah besar yang menggelayuti pikirannya.

Di pagi hari baru ketahuan bahwa dia sedang memikirkan pemberitaan di media tentang anggota DPR dari PKS yang ketahuan membuka video porno. Dia kelihatan geram, kesal, kecewa dan campur aduk. Bagiku sikap istri adalah sebuah sikap yang wajar. Sebagai seorang pendukung partai sejak masih PK, harapan besar itu muncul sangat kuat untuk perbaikan bangsa dan negara. Eeeeh... ternyata yang terjadi malah sebaliknya.. semua kok ada saja berita yang menggerogoti pikiran dan semangatnya.

Hari Sabtu, saya juga tergoda untuk mencari tahu bagaimana tanggapan dari peng-'gedhe' PKS yang ada di Jakarta. Di Yahoo, cuma ada tanggapan dari ust. Luthfie, tidak ada yang lain. Itu pun cuma mengklarifikasi, bukan membuat sebuah alasan baru. Saya coba buka twitter ust. Anis Matta, biasanya sih sering ust. Anis memberi klarifikasi. tapi entah kenapa twitter Ust. Anis terakhir itu tanggal 7 April, hari Kamis. Hari Jumat belum ada Tweet dari beliau. yang ada hanya hujatan, dan cacian dari masyarakat tentang perilaku anggota DPR PKS.

Ada sih yang memang mewacanakan bahwa kejadian itu adalah jebakan. Tapi kalo dipikir seperti itu organisasi PKS tidak akan maju. Jadi saya buang jauh-jauh pikiran ada jebakan di sana. Yang muncul di kepala saya malah sebaliknya. Memang ada sesuatu di PKS kalo bukan secara sistemnya, ya secara personalnya.

Bagi yang sudah membaca buku-buku tarbiyah dan mendalaminya insya Allah tidak akan kaget. Yang banyak kaget adalah yang memilih PKS atau tarbiyah karena emosi. Karena merasa terbantu, karena merasa respek dengan orang-orangnya. Karena disadari atau tidak prinsip-prinsip jamaah itu sangat kuat tidak hanya di sistem saja. Tapi yang lebih penting adalah di sisi SDM. Ketika membaca buku tentang dasar-dasar Tarbiyah (lupa judulnya), yang terbayang adalah pentingnya sebuah ilmu, pemahaman, dan pandangan. Bila seseorang memilih sesuatu bukan atas dasar ini maka ia akan kecewa.

Dan ingat tarbiyah atau PKS tidak menawarkan surga. Jadi ini hanya masalah kemanusiaan yang biasa. Apakah orang-orang yang berada di PKS atau tarbiyah akan serta merta masuk surga. Saya kira juga tidak. Apakah yang dipecat PKS adalah orang yang layak masuk neraka, saya kira juga tidak. ini semua hanya masalah prioritas dan masalah kemanusiaan.

Bagi saya sendiri, melihat beberapa pendukung PKS mendasarkan pemilihan hanya berdasarkan kecintaan, emosi, dan respek semata. Atau meski mereka mengatakan bahwa mereka (pendukung PKS) tidak menganggap yang lain jelek. Tapi disadari atau tidak kita juga sering merasa diri kita yang terhebat. Dengan alasan kita telah bergabung dalam sebuah jamaah. Meski secara kontribusi juga tidak terlalu jelas.

Sesuai dengan judul di atas. PKS sedang mengalami ujian. Langkah yang terbaik adalah harap tenang.. karena memang sedang ada ujian. Kita ditanya kembali apakah kita memilih jamaah karena pertimbangan logis, atau pertimbangan emosi? Kalo hanya pertimbangan emosi tanpa mengupgrade pemahaman kita.. bisa saya bayangkan nanti akan banyak yang bakal kecewa...

Wallahu A'lam bish Showab.

Ingat yaa!! Ssst..... harap tenang!! ada Ujian.

Sunday, January 23, 2011

Kemunculan Berhala

Asal Mula Berhala

Berikut adalah salah satu kisah tentang disembahnya tandingan bagi Allah SWT. Dikisahkan bahwa di masa Rasulullah SAW berdakwah ada beberapa nama yang dijadikan sebagai berhala yakni, Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Kesemua nama tersebut adalah nama-nama yang disembah di daerah yang berbeda ketika masa dakwah Rasulullah.

Ternyata nama-nama tersebut adalah nama-nama para pahlawan di masa-masa sebelumnya. Nyatanya, bahwa kesemua orang tersebut adalah orang terhormat di masa Nuh AS. Bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah seorang pahlawan menjadi berhala?

Mereka semua adalah orang orang yang berada dalam kebenaran. namun ternyata di akhirnya mereka menjadi sesembahan yang dijadikan tandingan bagi Allah swt.

Kisahnya adalah sebagai berikut. Setelah keempat orang terhormat tersebut meninggal. Setan membujuk agar para pengikut Nuh membuat patung dan diletakkan di suatu tempat khusus untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada para manusia terhormat tersebut. Dan para pengikut Nuh pun mengikuti. Niatan awal mereka adalah agar mereka tetap bisa mengingat mereka sebagai manusia biasa yang memiliki derajat yang terhormat karena kedekatannya dengan Allah.

Namun waktu berlalu, zaman berganti. Kisah yang awalnya adalah manusia yang terhormat karena kedekatannya dengan Allah menjadi hilang. Yang muncul adalah bahwa patung-patung tersebut adalah perwujudan dari sesuatu yang memberikan kebaikan kepada nenek moyang mereka. Dan nenek moyang mereka mendapatkan kebaikan serta kenikmatan akibat mengingat mereka di tempat tertentu.

Hal ini diakibatkan para pembangun patung dan pengetahuan mereka tentang alasan mereka membangun patung hilang seiring pergantian jaman. Hingga akhirnya muncul di jaman Rasulullah nama-nama tersebut menjadi nama-nama berhala yang dengan jujur disembah sebagai tuhan. Atau paling tidak mereka disembah karena mereka dianggap bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.

Pergeseran niatan awal untuk mengingatkan untuk tetap lurus di jalan Allah dengan mengingat orang-orang yang benar berakhir di menyembah berhala. Meskipun waktu yang dibutuhkan setan berpuluh bahkan beratus tahun lamanya hasilnya dengan keteguhan, ia berhasil membujuk banyak orang untuk tidak menyembah Allah dengan benar. Tapi lebih memilih mengikuti cara nenek moyangnya meskipun dia sendiri tidak tahu apakah yang dilakukannya benar ataukah tidak?

Demikian itu memang strategi setan membelokkan dari niatan yang benar menjadi sesuatu yang sangat jauh dari tujuan awalnya. Bisa jadi simbol-simbol yang kita lihat sekarang ini dijadikan tandingan Allah adalah sosok-sosok orang yang baik di masa lalu. Lalu para orang di masa setelahnhya membangun memorial untuk mengingatkan bahwa ada orang-orang yang mulia dan terhormat. Dan sekarang dengan berjalannya waktu, mereka menjadi tandingan Allah.

Mungkin inilah yang terjadi dengan Nyi Roro Kidul, dewa-dewi yunani, dewa-dewi di agama hindu dan budha. Mereka dulunya mungkin adalah manusia-manusia yang terhormat. Namun orang-orang setelah mereka membuat peringatan bahwa ada orang yang mulia yang pernah hidup di antara mereka dengan segala kisah kebaikannya. Mereka pun menjadi orang yang terhormat. Lambat laun kisah kebaikan tersebut menjadi kisah kehebatan dan keagungan . Sehingga memunculkan perasaan ketergantungan kepada sosok yang diagungkan. Akhirnya mereka dijadikan sebagai panutan.

Masih mungkinkah akan tercipta berhala-berhala lain di dunia ini nantinya? Wallahu A'lam Bishshowaab.

Diambil dari Tafsir Ibn Katsir Surat Nuh ayat 23