Apa saja film terbaik dalam kurun waktu 2000-2009?
Berdasarkan IMDB (internet movie data base) pada tahun-tahun tersebut yang terbaik bisa dilihat di link berikut: http://www.imdb.com/chart/2000s
Berikut adalah daftar 5 terbaik yang saya ambil:
1. The Dark Knight (2008)
2. The Lord of The Rings: The Return of the King (2003)
3. City of God (2002)
4. The Lord of The Rings: The Fellowship of the Ring (2001) dan
5. Memento (2000)
Masih banyak daftar film-film terbaik dalam kurun waktu tersebut.
Pertanyannya adalah mengapa film tersebut terbaik, dan bahkan memperoleh jumlah pendapatan yang besar?
Pertanyaan berikutnya bergeser. Dari film kita menuju ke salah satu yang mungkin sangat kita gemari, Game.
Mari kita tengok 5 PC game terbaik yang pernah ada. Daftar ini saya ambil dari http://asia.gamespot.com/games.html?platform=5&mode=all&sort=score&dlx_type=all&sortdir=asc&official=all
kelima game tersebut adalah :
1. Diablo (1996)
2. World of Warcraft (2004)
3. Dragon Age: Origin (2009)
4. Unreal Tournament (1999) dan
5. Grand Prix II(1996)
Mungkin salah satu game kalian ada di atas atau mungkin berada di urutan yang keenam dan selanjutnya.
Namun pertanyaannya tetap sama. Mengapa mereka menjadi game yang terbaik dan terlaris?
Di karya sastra, ada lima judul buku yang terjual lebih dari 100 juta kopi. Diambi dari http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_best-selling_books, daftar buku tersebut adalah:
1. A Tale of Two Cities (1859)
2. The Lord of The Rings (1954-1955)
3. The Hobbit (1937)
4. Dream of The Red Chamber (1759-1791)
5. And Then There Were None (1939)
Dan pertanyaan sebagaimana judul di atas adalah kenapa mereka menjadi yang terbaik? Mengapa banyak manusia di dunia ini gandrung terhadap hal-hal tersebut. Apakah ada sebuah karakteristik yang sama dalam karakter-karakter manusia di seluruh dunia ini?
Begitu juga dengan hal-hal yang lain di dunia ini. Masih banyak hal-hal yang sifatnya hiburan sering kita jumpai di dunia ini. Pertanyaannya adalah mengapa sebagian besar manusia senang dengan hal tersebut. Bahkan rela membayar dengan harga yang mahal?
Anda mungkin punya daftar yang lain. Dan pertanyaannya tetap sama kenapa mereka menjadi yang terbaik?
Wallahu A'lam
Mencari inti hidup dari Ayat-ayat Quran, serial Mahfudzot, serial Sun Tzu, serial HBR (Harvard Business Review), kehidupan sehari-hari dan sebagainya
Thursday, June 2, 2011
Wednesday, June 1, 2011
Pelajaran Baru dari Ustadz Mudhoffar
Barusan membuka Facebook-nya ust. Mudhoffar. Beliau share tentang keikhlasan. Ternyata ada kesalahpahaman yang selama ini difahami oleh sebagian besar masyarakat.
Menurut beliau ada lima niat yang termasuk dalam kategori niat yang ikhlas. kelima niat itu adalah
1. Niat karena Mahabbah
2. Niat karena Syukur
3. Niat karena Ta'at
4. Niat karena mengharap (raja') balasan dari Allah
5. Niat karena ingin terhindar dari azab dan ancaman Allah.
Artinya semua orang yang berniat minimal salah satu dari kategori tersebut tergolong sebagai orang yang ikhlas.
Sementara ada anggapan di kalangan orang umum bahwa yang ikhlas adalah niat yang karena mahabbah semata.
Padahal menurut Ust. Mudhoffar kelima niat itu adalah niat yang ikhlas.
Anggapan orang yang meyakini bahwa niat terutama yang 4 dan 5 itu terlalu duniawi, sehingga tidak layak dijadikan niat untuk menghadap Allah SWT. Padahal Allah sendiri telah membolehkan bahkan meminta manusia agar takut terhadap ancaman Allah dan mengharap balasan dari Allah.
Semua nantinya akan kembali siapa yang akan kita terima pendapatnya? Apakah pendapat manusia ataukah perintah dari Allah SWT.
Wallahu A'lam bish showab
Menurut beliau ada lima niat yang termasuk dalam kategori niat yang ikhlas. kelima niat itu adalah
1. Niat karena Mahabbah
2. Niat karena Syukur
3. Niat karena Ta'at
4. Niat karena mengharap (raja') balasan dari Allah
5. Niat karena ingin terhindar dari azab dan ancaman Allah.
Artinya semua orang yang berniat minimal salah satu dari kategori tersebut tergolong sebagai orang yang ikhlas.
Sementara ada anggapan di kalangan orang umum bahwa yang ikhlas adalah niat yang karena mahabbah semata.
Padahal menurut Ust. Mudhoffar kelima niat itu adalah niat yang ikhlas.
Anggapan orang yang meyakini bahwa niat terutama yang 4 dan 5 itu terlalu duniawi, sehingga tidak layak dijadikan niat untuk menghadap Allah SWT. Padahal Allah sendiri telah membolehkan bahkan meminta manusia agar takut terhadap ancaman Allah dan mengharap balasan dari Allah.
Semua nantinya akan kembali siapa yang akan kita terima pendapatnya? Apakah pendapat manusia ataukah perintah dari Allah SWT.
Wallahu A'lam bish showab
Sunday, May 29, 2011
Belajar dari NBA, 7 Pelajaran untuk Menjadi Pemimpin
Avery Johnson adalah pemain yang sanggup menaklukkan tantangan di NBA
Ia menjadi salah satu dari dua pemain yang tingginya kurang dari 180 cm di antara pemain raksasa lain di NBA
Ia dikenal sebagai Little General, karena kepemimpinannya.
Dia di tahun 2005-2006 diberi gelar sebagai Pelatih Terbaik NBA dengan membawa Mavericks menuju final pertama kali sepanjang masa.
Ia kemudian berhenti dan kembali lagi sebagai Pelatih New Jersey Nets 2010/2011
Menurut dia ada persamaan antara pemimpin di NBA dan pemimpin di bisnis.
Cara Menjadi Pemimpin
Menjaga Hubungan untuk Membangun Budaya Menang
Dia sadar ketika datang ke New Jersey dia sedang menghadapi masalah besar. Ia ingin membangun kembali dari awal sebuah budaya kemenangan. Ia harus sabar.
Ia sering ngobrol dengan para pemain satu persatu dari hati ke hati.
Tahu Waktu Kapan Harus Memaksa Pegawai
Dia pernah menjadi seorang pemain, dia tahu bagaimana organisasi sebuah klub. Oleh karenanya dia tahu bagaimana cara untuk memaksa pemain.
Bila Anda adalah Seorang Pemimpin, Hormat adalah Kuncinya.
Kredibilitas Avery Johnson sebagai pemain mungil namun ternyata berhasil membuatnya disegani. Pernah menjadi pelatih terbaik. Pernah mengalai kekalahan dan kemenangan.
Para pemain tahu bahwa mereka sedang berada tanggung jawab seorang yang besar.
Kita Memiliki Suara yang Berbeda
Ketahuilah, bahwa seorang pemimpin memiliki banyak suara. Suara yang mengajarkan, Suara kedisiplinan, suara marah.
Banyak suara lain yang dimiliki seorang pemimpin. Gunakan berbagai jenis suara itu dengan baik.
Hadirkan Tantangan sebelum Terjadi
Avery Johnson memiliki pengalaman sebagai point guard. Mereka bisa melihat perkembangan permainan sebelum permainan dimulai.
Hadirkan tantangan dalam latihan. Persiapkan kemampuan bawahan sebelum mereka menghadapi tantangan di lapangan.
Enam C dari Pemimpin yang Hebat
Great Communication
Strong Character
Competitive Drive
Consistency in the way you lead
Compassion
Confidence
Focus pada Banyak Kemenangan Kecil, bukan Hanya Kemenangan yang Besar
Membangun sebuah kemenangan yang besar merupakan hasil dari banyak kemenangan kecil. Belajar dari kemenangan kecil, belajar permainan terbaik, belajar untuk menjadi tim yang lebih baik. Kita senang dengan kemenangan kecil. Karena yang besar tinggal menunggu waktu.
http://www.inc.com/articles/201105/7-leadership-lessons-from-nba-coach-avery-johnson.html
9 Hal yang Dilakukan oleh Orang Sukses
Banyak hal yang dilakukan orang untuk mencapai tujuannya masing-masing ada yang gagal dan ada yang berhasil. Namun berdasarkan studi, ada 9 hal yang dilakukan oleh orang-orang yang sukses yang seringkali tidak dilakukan orang pada umumnya. Apa saja 9 hal itu?
1. Memiliki tujuan yang spesifik/jelas
Seringkali kita ingin meraih sesuatu yang masih abstrak dan tidak jelas. "Menjadi lebih sehat" itu bukan sesuatu yang jelas. Lebih baik diubah menjadi "menurunkan berat badan 2 kg dalam 1 bulan". Bila kita tidak tahu secara spesifik tujuan kita. Otak kita juga tidak akan merespon dengan cara yang pasti.
2. Melakukan langkah untuk mencapai tujuan
Ketika sudah memberi tujuan yang spesifik pun terkadang orang masih belum bisa menjalankan. Banyak alasan, karena tidak ada waktu banyak masalah dan lain sebagainya. sebaiknya ketika sudah memiliki tujuan dan langkah yang jelas, laksanakan dan komitmen. Rencanakan dengan waktu yang jelas.
3. Cek dan ricek.
Melakukan pekerjaan membutuhkan waktu untuk mengetahui sejauh apa jarak kita dengan tujuan yang kita canangkan. Oleh sebab itu luangkan waktu untuk mengetahui berapa jarak kita dengan jarak kesuksesan yang kita inginkan.
4. Menjadi orang yang realistis dan optimis
Menjadi orang yang optimis tidak salah, tapi bila optimisme itu hanya berdasarkan semangat tanpa ada perencanaan matang dan kerja nyata, selamat anda masuk di dunia mimpi.
5. Tidak hanya sekedar menjadi baik, tapi menjadi lebih baik
Bila sekedar menjadi baik, kita akan berhenti saat kita mencapai tujuan baik kita. Bila kita menjadi lebih baik, kita akan senantiasa termotivasi. Dan akhirnya bekerja kembali untuk menjadi lebih baik.
6. Jadilah orang yang senantiasa memiliki tujuan besar/jangka panjang.
Orang yang memiliki tujuan besar, cenderung tahan terhadap tantangan dan rela untuk menguatkan kompetensi dirinya. Sehingga mereka akan memiliki kompetensi yang cukup untuk meraih tujuannya.
7. Berlatih kekuatan semangat
Semangat itu kadang naik dan turun. Bila sering digunakan kekuatan semangat akan senantiasa terjaga. Bila sebaliknya maka akan turun dengan pasti. Jadi ya memang harus kerja keras.
8. Ketahui diri anda
Jangan mencoba sesuatu yang anda memang tidak mampu, karena hal itu akan menghambat diri anda sendiri. Cobalah sesuatu yang spesifik, mulai dari yang kecil dan berkelanjutan.
9. Lakukan sesuatu yang positif
Daripada memilih untuk tidak melakukan yang negatif, sebaiknya melakukan sesuatu yang positif. Untuk menghilangkan sesuatu yang negatif gantilah dengan melakukan aktivitas yang positif. Daripada memilih untuk tidak memaki-maki ketika marah, gantilah dengan mengambil napas dalam-dalam ketika marah.
Heidi Grant Halvorson, Ph.D. is a motivational psychologist, and author of the new book Succeed: How We Can Reach Our Goals (Hudson Street Press, 2011). She is also an expert blogger on motivation and leadership for Fast Company and Psychology Today. Her personal blog, The Science of Success, can be found at www.heidigranthalvorson.com. Follow her on Twitter @hghalvorson
Diambil dari Blog HBR (Harvard Business Review)
1. Memiliki tujuan yang spesifik/jelas
Seringkali kita ingin meraih sesuatu yang masih abstrak dan tidak jelas. "Menjadi lebih sehat" itu bukan sesuatu yang jelas. Lebih baik diubah menjadi "menurunkan berat badan 2 kg dalam 1 bulan". Bila kita tidak tahu secara spesifik tujuan kita. Otak kita juga tidak akan merespon dengan cara yang pasti.
2. Melakukan langkah untuk mencapai tujuan
Ketika sudah memberi tujuan yang spesifik pun terkadang orang masih belum bisa menjalankan. Banyak alasan, karena tidak ada waktu banyak masalah dan lain sebagainya. sebaiknya ketika sudah memiliki tujuan dan langkah yang jelas, laksanakan dan komitmen. Rencanakan dengan waktu yang jelas.
3. Cek dan ricek.
Melakukan pekerjaan membutuhkan waktu untuk mengetahui sejauh apa jarak kita dengan tujuan yang kita canangkan. Oleh sebab itu luangkan waktu untuk mengetahui berapa jarak kita dengan jarak kesuksesan yang kita inginkan.
4. Menjadi orang yang realistis dan optimis
Menjadi orang yang optimis tidak salah, tapi bila optimisme itu hanya berdasarkan semangat tanpa ada perencanaan matang dan kerja nyata, selamat anda masuk di dunia mimpi.
5. Tidak hanya sekedar menjadi baik, tapi menjadi lebih baik
Bila sekedar menjadi baik, kita akan berhenti saat kita mencapai tujuan baik kita. Bila kita menjadi lebih baik, kita akan senantiasa termotivasi. Dan akhirnya bekerja kembali untuk menjadi lebih baik.
6. Jadilah orang yang senantiasa memiliki tujuan besar/jangka panjang.
Orang yang memiliki tujuan besar, cenderung tahan terhadap tantangan dan rela untuk menguatkan kompetensi dirinya. Sehingga mereka akan memiliki kompetensi yang cukup untuk meraih tujuannya.
7. Berlatih kekuatan semangat
Semangat itu kadang naik dan turun. Bila sering digunakan kekuatan semangat akan senantiasa terjaga. Bila sebaliknya maka akan turun dengan pasti. Jadi ya memang harus kerja keras.
8. Ketahui diri anda
Jangan mencoba sesuatu yang anda memang tidak mampu, karena hal itu akan menghambat diri anda sendiri. Cobalah sesuatu yang spesifik, mulai dari yang kecil dan berkelanjutan.
9. Lakukan sesuatu yang positif
Daripada memilih untuk tidak melakukan yang negatif, sebaiknya melakukan sesuatu yang positif. Untuk menghilangkan sesuatu yang negatif gantilah dengan melakukan aktivitas yang positif. Daripada memilih untuk tidak memaki-maki ketika marah, gantilah dengan mengambil napas dalam-dalam ketika marah.
Heidi Grant Halvorson, Ph.D. is a motivational psychologist, and author of the new book Succeed: How We Can Reach Our Goals (Hudson Street Press, 2011). She is also an expert blogger on motivation and leadership for Fast Company and Psychology Today. Her personal blog, The Science of Success, can be found at www.heidigranthalvorson.com. Follow her on Twitter @hghalvorson
Diambil dari Blog HBR (Harvard Business Review)
Kemenangan itu Terasa Cantik
Final Liga Champions Eropa telah usai semalam. MU kalah dari Barcelona dengan skor 1-3. Pukulan yang telak memang bagi para pendukung MU. Namun kekalahan ini memang kekalahan yang layak diterima oleh MU.
Proses kemenangan yang dimiliki Barcelona memang layak diacungi jempol. Karena tidak hanya kemenangan yang mereka hadirkan tapi juga permainan cantik. Mungkin bahasa lainnya adalah bahwa Barcelona mengajari MU cara bermain sepak bola.
Tidak hanya bertumpu di Messi, Pedro dan Villa juga menjadi individu-individu yang matang dalam umpan-umpan Iniesta dan Xavi. Feeling As One dalam sebuah tim harus menjadi evaluasi MU di masa yang akan datang.
Kita semua bisa melihat, para pemain Barca seakan-akan bisa memahami bahwa kompatriotnya akan berada di tempat di mana bola akan dikirim. Dan memang benar. Ketika bola bergulir, bisa dipastikan akan ada pemain Barca yang menerima.
Masing-masing pemain seakan-akan telah hapal area kawan mereka dan bagaimana pergerakan mereka. Itulah semangat tiki-taka yang sebenarnya. Dan tidak banyak tim yang bisa meramu permainan cantik ala Barcelona.
Mereka yang memiliki tiki-taka dulu kini mungkin sudah tidak lagi berjaya. Mungkin kini adalah jamannya sepak bola tiki-taka. Selamat datang di era sepak bola indah. Semoga ke depan kita akan lebih sering melihat tim yang menghadirkan kemenangan dengan cara yang cantik. Karena tidak hanya gol yang membuat sebuah tim menjadi digandrungi. Tapi semangat dan kebersamaan serta permainan yang menghibur yang telah membuat sepak bola menjadi magnet di jagat.
Wallahu A'lam
Proses kemenangan yang dimiliki Barcelona memang layak diacungi jempol. Karena tidak hanya kemenangan yang mereka hadirkan tapi juga permainan cantik. Mungkin bahasa lainnya adalah bahwa Barcelona mengajari MU cara bermain sepak bola.
Tidak hanya bertumpu di Messi, Pedro dan Villa juga menjadi individu-individu yang matang dalam umpan-umpan Iniesta dan Xavi. Feeling As One dalam sebuah tim harus menjadi evaluasi MU di masa yang akan datang.
Kita semua bisa melihat, para pemain Barca seakan-akan bisa memahami bahwa kompatriotnya akan berada di tempat di mana bola akan dikirim. Dan memang benar. Ketika bola bergulir, bisa dipastikan akan ada pemain Barca yang menerima.
Masing-masing pemain seakan-akan telah hapal area kawan mereka dan bagaimana pergerakan mereka. Itulah semangat tiki-taka yang sebenarnya. Dan tidak banyak tim yang bisa meramu permainan cantik ala Barcelona.
Mereka yang memiliki tiki-taka dulu kini mungkin sudah tidak lagi berjaya. Mungkin kini adalah jamannya sepak bola tiki-taka. Selamat datang di era sepak bola indah. Semoga ke depan kita akan lebih sering melihat tim yang menghadirkan kemenangan dengan cara yang cantik. Karena tidak hanya gol yang membuat sebuah tim menjadi digandrungi. Tapi semangat dan kebersamaan serta permainan yang menghibur yang telah membuat sepak bola menjadi magnet di jagat.
Wallahu A'lam
Fuihh, Untung Saya bukan Pemain Bola.
Melihat pertandingan final antara MU dan Barcelona benar-benar menegangkan. Rasa tegang itu langsung muncul ketika peluit wasit dibunyikan ketika memulai pertandingan. Aku tidak bisa membayangkan betapa para pemain bola itu menghadapi ketegangan yang sangat besar. Mereka ditonton oleh jutaan orang atau bahkan mungkin milyaran orang di dunia.
Sangat sulit dibayangkan akan ada orang yang tahu bagaimana mengatasi ketegangan itu. Tapi itulah pemain bola, dalam usianya yang muda di kala 16 tahun, ia sudah berhadapan dengan berbagai macam ketegangan. Di masa ketika teman sebayanya masih duduk di SMA dengan kenakalan remajanya, mereka sudah berjibaku dengan ketegangan yang besar dalam setiap pertandingan.
Maka kata-kata dari saya adalah, untung saya bukan pemain bola terutama yang profesional. Wong pertandingan antara angkatan ketika jaman kuliah saja tegangnya minta ampun apalagi sampai disaksikan oleh milyaran orang di dunia.
Yang seringkali muncul adalah, bagaimana bila kemudian ketika kita ikut bermain ternyata tim kita kalah. Apa pandangan teman, keluarga, pendukung? Kita mungkin akan dicerca dan dicap tidak layak untuk bermain dalam sebuah pertandingan.
Tapi itulah pemain bola, ketika di lapangan, secara ajaib mereka bisa menangani ketegangan yang muncul. Walau kadang ketika keluar mereka tetap harus menghilangkan ketegangan itu dan tidak jarang yang mereka lakukan adalah dengan berpesta pora.
Jadi teringat proses perang Badar. Ketika dalam perang, para sahabat mungkin mengalami proses ketegangan yang sama. Bahkan Rasulullah pun mengalaminya. Karena keberlanjutan agama Allah dipertaruhkan di sana. "Kalau sampai kami kalah di sini Ya Allah tidak akan ada lagi yang menyembah-Mu". Begitu kurang lebih kata-kata dalam doa Rasulullah.
Maka ketika perang telah berakhir muncullah kemudian cara-cara untuk menghilangkan ketegangan. Dan kemudian muncul kejadian yang disebutkan dalam surat Al-Anfal, "perebutan" hak atas harta rampasan perang.
Wallahu A'lam
Sangat sulit dibayangkan akan ada orang yang tahu bagaimana mengatasi ketegangan itu. Tapi itulah pemain bola, dalam usianya yang muda di kala 16 tahun, ia sudah berhadapan dengan berbagai macam ketegangan. Di masa ketika teman sebayanya masih duduk di SMA dengan kenakalan remajanya, mereka sudah berjibaku dengan ketegangan yang besar dalam setiap pertandingan.
Maka kata-kata dari saya adalah, untung saya bukan pemain bola terutama yang profesional. Wong pertandingan antara angkatan ketika jaman kuliah saja tegangnya minta ampun apalagi sampai disaksikan oleh milyaran orang di dunia.
Yang seringkali muncul adalah, bagaimana bila kemudian ketika kita ikut bermain ternyata tim kita kalah. Apa pandangan teman, keluarga, pendukung? Kita mungkin akan dicerca dan dicap tidak layak untuk bermain dalam sebuah pertandingan.
Tapi itulah pemain bola, ketika di lapangan, secara ajaib mereka bisa menangani ketegangan yang muncul. Walau kadang ketika keluar mereka tetap harus menghilangkan ketegangan itu dan tidak jarang yang mereka lakukan adalah dengan berpesta pora.
Jadi teringat proses perang Badar. Ketika dalam perang, para sahabat mungkin mengalami proses ketegangan yang sama. Bahkan Rasulullah pun mengalaminya. Karena keberlanjutan agama Allah dipertaruhkan di sana. "Kalau sampai kami kalah di sini Ya Allah tidak akan ada lagi yang menyembah-Mu". Begitu kurang lebih kata-kata dalam doa Rasulullah.
Maka ketika perang telah berakhir muncullah kemudian cara-cara untuk menghilangkan ketegangan. Dan kemudian muncul kejadian yang disebutkan dalam surat Al-Anfal, "perebutan" hak atas harta rampasan perang.
Wallahu A'lam
Saturday, May 28, 2011
Mengapa Mengenal Allah Menjadi Penting?
Saudaraku, ada tiga cerita dan pertanyaan yang ingin kuceritakan dan kutanyakan kepadamu.Pertama, Bayangkan kita sejak kecil telah dititipkan oleh orang tua kita di panti asuhan. Kita tidak tahu alasan mereka. Kita hanya tahu bahwa kita tidak memiliki orang tua. Setelah bertahun-tahun, kita besar, bekerja dan berusaha ternyata kita diberitahu bahwa kita sebenarnya memiliki orang tua. Bagaimana sikap kita?
Jawabannya mungkin bervariasi, ada yang sangat gembira karena ternyata ada orang tua yang melahirkan kita. Tapi mungkin juga ada yang kecewa kenapa orang tua kita tidak merawat kita. Akan tetapi di ujungnya semua tetap kembali bahwa kita memiliki orang tua dan tidak akan berubah.
Kedua, bagaimana bila ternyata orang tua kita ternyata seorang pesuruh di panti asuhan tersebut? Tidak ada seorang pun yang memberitahukan kepada kita. Ia sebenarnya mengawasi, memelihara kita namun tidak menunjukkan rasa kasih sayangnya, karena ia khawatir kita akan kecewa bila mengetahui orang tuanya hanya seorang pesuruh. Barulah ketika kita besar, dewasa, bekerja, ada yang memberi tahu bahwa orang tua kita adalah pesuruh di panti asuhan tempat kita dibesarkan. Bagaimana sikap kita?
Tentu saja kita akan merangkul, ayah bunda kita. Memberikan pengabdian yang totalitas kepadanya. Karena meski kita berada di sebuah panti asuhan, orang tua kita masih menyayangi kita dan memberikan perhatian kepada kita.
Dan ketiga, bila orang tua kita ternyata tetap memelihara kita dengan kondisi yang tidak mencukupi, dan ada yang membantu mereka. Memberikan kebutuhan keluarga kita dari sejak kita kecil hingga dewasa. Kemudian setelah kita bekerja, dewasa orang tua kita memberitahu bahwa ada seorang yang memberikan bantuan selama ini. Bagaimana sikap kita kepada sang dermawan?
Kita pasti sungkan bila tidak berbuat baik kepadanya. Kita ingin membalas kebaikan budinya selama ini kepada keluarga kita.
Hal ini terjadi juga dengan semua manusia.
Semua manusia sebenarnya sejak tidak ada, lahir, hingga besar telah diawasi, dicukupi kebutuhannya. Namun sebagian besar tidak tahu siapa yang mencukupi kebutuhan mereka. Mereka terkadang merasa tidak berguna karena mereka tidak tahu bahwa ada Yang Maha Bijaksana. Mereka ketika melakukan kesalahan, dengan mudah menjadi stress dan bunuh diri, karena mereka tidak tahu bahwa ada Yang Maha Mengampuni. Mereka seringkali melakukan kejahatan untuk mendapatkan keuntungan sesaat karena tidak tahu bahwa ada Yang Memberi rizki.
Kalau saja mereka tahu siapa yang memberikan keluarga mereka, pasti akan berbeda. Kalau saja mereka tahu bahwa ada yang mengatur sehingga mereka terlahir di Indonesia bukan di Sudan pasti akan berbeda hasilnya. Kalau saja mereka tahu bahwa kesalahan manusia itu bisa diampuni mereka pasti tidak mudah bunuh diri. Kalau saja mereka tahu bahwa ada Yang Maha Mengawasi pasti mereka tidak terlalu membutuhkan penilaian manusia.
Itulah salah satu alasan mengapa mengenal Allah menjadi penting. Ketika manusia tahu bahwa ada yang mengatur semua urusan di dunia, mereka tidak akan menjadi mudah putus asa. Ketika manusia tahu bahwa rizki telah diatur mereka tidak perlu takut akan persaingan usaha. Ketika mereka tahu bahwa ada yang senantiasa mengawasi, mereka tidak perlu terlalu takut dengan penilaian manusia.
Ketika seorang manusia telah mengenal Allah, ia akan mengabdi, menyayangi, tunduk dan patuh pada sang Ilahi.
Dan mungkin karena banyak manusia yang tidak tahu Allah, maka banyak juga yang tidak mendekat kepada-Nya.
Wallahu A'lam bish Showab.
Subscribe to:
Posts (Atom)