Sunday, January 23, 2011

Kemunculan Berhala

Asal Mula Berhala

Berikut adalah salah satu kisah tentang disembahnya tandingan bagi Allah SWT. Dikisahkan bahwa di masa Rasulullah SAW berdakwah ada beberapa nama yang dijadikan sebagai berhala yakni, Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Kesemua nama tersebut adalah nama-nama yang disembah di daerah yang berbeda ketika masa dakwah Rasulullah.

Ternyata nama-nama tersebut adalah nama-nama para pahlawan di masa-masa sebelumnya. Nyatanya, bahwa kesemua orang tersebut adalah orang terhormat di masa Nuh AS. Bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah seorang pahlawan menjadi berhala?

Mereka semua adalah orang orang yang berada dalam kebenaran. namun ternyata di akhirnya mereka menjadi sesembahan yang dijadikan tandingan bagi Allah swt.

Kisahnya adalah sebagai berikut. Setelah keempat orang terhormat tersebut meninggal. Setan membujuk agar para pengikut Nuh membuat patung dan diletakkan di suatu tempat khusus untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada para manusia terhormat tersebut. Dan para pengikut Nuh pun mengikuti. Niatan awal mereka adalah agar mereka tetap bisa mengingat mereka sebagai manusia biasa yang memiliki derajat yang terhormat karena kedekatannya dengan Allah.

Namun waktu berlalu, zaman berganti. Kisah yang awalnya adalah manusia yang terhormat karena kedekatannya dengan Allah menjadi hilang. Yang muncul adalah bahwa patung-patung tersebut adalah perwujudan dari sesuatu yang memberikan kebaikan kepada nenek moyang mereka. Dan nenek moyang mereka mendapatkan kebaikan serta kenikmatan akibat mengingat mereka di tempat tertentu.

Hal ini diakibatkan para pembangun patung dan pengetahuan mereka tentang alasan mereka membangun patung hilang seiring pergantian jaman. Hingga akhirnya muncul di jaman Rasulullah nama-nama tersebut menjadi nama-nama berhala yang dengan jujur disembah sebagai tuhan. Atau paling tidak mereka disembah karena mereka dianggap bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.

Pergeseran niatan awal untuk mengingatkan untuk tetap lurus di jalan Allah dengan mengingat orang-orang yang benar berakhir di menyembah berhala. Meskipun waktu yang dibutuhkan setan berpuluh bahkan beratus tahun lamanya hasilnya dengan keteguhan, ia berhasil membujuk banyak orang untuk tidak menyembah Allah dengan benar. Tapi lebih memilih mengikuti cara nenek moyangnya meskipun dia sendiri tidak tahu apakah yang dilakukannya benar ataukah tidak?

Demikian itu memang strategi setan membelokkan dari niatan yang benar menjadi sesuatu yang sangat jauh dari tujuan awalnya. Bisa jadi simbol-simbol yang kita lihat sekarang ini dijadikan tandingan Allah adalah sosok-sosok orang yang baik di masa lalu. Lalu para orang di masa setelahnhya membangun memorial untuk mengingatkan bahwa ada orang-orang yang mulia dan terhormat. Dan sekarang dengan berjalannya waktu, mereka menjadi tandingan Allah.

Mungkin inilah yang terjadi dengan Nyi Roro Kidul, dewa-dewi yunani, dewa-dewi di agama hindu dan budha. Mereka dulunya mungkin adalah manusia-manusia yang terhormat. Namun orang-orang setelah mereka membuat peringatan bahwa ada orang yang mulia yang pernah hidup di antara mereka dengan segala kisah kebaikannya. Mereka pun menjadi orang yang terhormat. Lambat laun kisah kebaikan tersebut menjadi kisah kehebatan dan keagungan . Sehingga memunculkan perasaan ketergantungan kepada sosok yang diagungkan. Akhirnya mereka dijadikan sebagai panutan.

Masih mungkinkah akan tercipta berhala-berhala lain di dunia ini nantinya? Wallahu A'lam Bishshowaab.

Diambil dari Tafsir Ibn Katsir Surat Nuh ayat 23

Friday, May 16, 2008

Inti dari Pendidikan

Setelah lembaga belajar yang bernama sekolah selama kurang lebih 20 tahun dan melalui beberapa penelitian mandiri, kini saya bisa mengambil kesimpulan sementara ini bahwa pendidikan yang selama ini dilakukan hanyalah untuk membekali manusia agar ia bisa belajar dengan mandiri. Oleh karenanya barang siapa yang sudah bisa belajar mandiri lebih dini hal tersebut akan menguntungkan bagi dirinya dan orang yang ada di sekitarnya. Bekal untuk belajar mandiri ini saya bagi menjadi 3 pokok, yang pertama bekal ilmu, bekal potensi dan bekal motivasi.

Agar seseorang bisa mandiri dalam belajar paling tidak ia harus memiliki bekal ilmu yang terdiri dari 3 macam ilmu utama. Ilmu-ilmu utama ini adalah modal awal yang dimiliki untuk memperoleh ilmu-ilmu lalin yang selanjutnya. Ilmu-ilmu tersebut adalah Ilmu agama, Ilmu bahasa, dan matematika. Untuk yang pertama saya kira itu adalah ilmu dasar dari semua macam ilmu yang ada di dunia ini. Ilmu agama akan membentengi manusia dari sifat-sifat yang menuhankan dirinya. Selain itu Ilmu Agama adalah yang akan membuat dia bahagia dalam proses mencari ilmu dengan mandiri tersebut. Telah banyak contoh orang-orang yang sukses dalam hal materi ternyata memiliki kekurangan dalam memenuhi kebutuhuhan spiritualnya. Kekosongan spiritual ini ternyata sangat berperan dalam mempertahankan kebahagiaannya di dunia maupun nanti di akhirat kelak.

Untuk Ilmu bahasa inilah yang membuat seseorang mampu menggali berbagai macam ilmu. Ilmu bahasa ini sangat tergantung dengan keinginan atau ilmu yang ingin ia raih. Tapi paling tidak ada tiga bahasa yang paling tidak harus kita kuasai untuk mencari ilmu dengan mandiri, bahasa Arab untuk belajar Agama, bahasa Inggris untuk belajar keilmuan yang kini banyak tertulis dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Ibu kita masing-masing.

Dan ilmu yang ketiga adalah ilmu matematika. Ilmu matematika yang saya maksudkan adalah matematika dasar sehingga seorang manusia bisa belajar berkonsentrasi dan berhitung sejak awal. Yang nantinya dalam kehidupannya kelak ia akan bisa belajar dengan mandiri.

Untuk sekarang bekal ilmu yang saya ungkapkan untuk bekal potensi dan bekal motivasi akan saya sampaikan lain waktu. Wallahu A'lam bishshowab.

Wednesday, May 14, 2008

Salam Kenal

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam yang mampu mengubah segala ketidakmampuan menjadi kekuatan. Dengan kekuatan-Nya lah blog ini bisa terisi. Semoga keridhoannya akan menyertai semua yang tertulis dan terbaca dalam blog ini.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, idola dan tuntunan umat Islam semuanya. Ia dan para sahabat telah memberikan teladan yang sangat mengagumkan yang tidak akan tergantikan di segala zaman kehidupan manusia.

Perkenalkan, nama saya Muhammad Azwar Anas. Saya lahir di Gresik 20 Agustus 1983. Walaupun saya bergelar sarjana Farmasi, tapi secara pribadi saya tidak terlalu enjoy berhubungan dengan obat-obatan. Malah saya jatuh cinta dengan ilmu-ilmu sosial. sebab-sebab mengapa saya memilih sosial akan anda temui pada tulisan-tulisan saya berikutnya.

Yang saya sukai dari ilmu sosial adalah penjelasan-penjelasan fenomena sosial yang sangat mengagumkan. Oleh karenanya saya menyukai beberapa disiplin ilmu tertentu dalam ilmu sosial. di antaranya adalah komunikasi, sosiologi dan psikologi. Selain itu hobi saya yang lain adalah mengumpulkan cerita-cerita yang memiliki nilai besar dalam hidup, serta cerita-cerita sejarah seorang tokoh yang menjadi besar.

Oleh sebab itu nantinya mungkin akan banyak lagi tulisan-tulisan tentang hobi-hobi saya tersebut.
Ini dulu sebagai perkenalan. Semoga tiap pekan bisa terus update.